SMK NEGERI 1 SALAM

Jl. Krapyak, Seloboro, Salam, Magelang, Jawa Tengah.

Do All Things Totally

4 Orang Guru Smk Negeri 1 Salam Mengikuti Pelatihan Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Ke Luar Negeri “ Teacher Intership Program Indonesian Teacher “

Senin, 20 Mei 2019 ~ Oleh Siti Nurul Ahyati ~ Dilihat 119 Kali

Oleh. Farida Arifah, S.Pd

Guru SMK Negeri 1 Salam Kab . Magelang Jawa Tengah

 

“ Belajarlah sampai ke Negeri China” ini sungguh terjadi pada kami Guru-guru SMK Negeri 1 Salam dalam hal ini kami berempat mendapatkan kesempatan untuk menimba ilmu di negeri orang yaitu  3 orang guru di Negeri China ( Fathul Hayati , S.Pd Bio, Farida Arifah, S.Pd, Asih Susieni, Spi, M.Si  )dan 1 orang guru di Korea Selatan ( Hera Yuliani, SP ). Rasa banggga dan syukur tak henti-hentimya selalu ada di hati kami manakala kami nama-nama kami termasuk didalam daftar nama 30 Peserta Pelatihan dan Magang Ke Luar Negeri khususnya ke Negeri China. Hal ini merupakan kebijakan pemerintah  Indonesia dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan secara terus menerus melakukan upaya percepatan peningkatan mutu pendidikan di semua komponen pendidikan yang dilakukan baik secara seri maupun paralel. Salah satu diantaranya adalah melalui pelatihan pendidik dan tenaga kependidikan di luar negeri. Pelatihan di luar negeri ini dirancang untuk membuka wawasan pendidik dan tenaga kependidikan dengan cara melihat langsung perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta penyelenggaraan pendidikan kejuruan di luar negeri.

                       

             

Pelatihan Guru Bidang Keahlian Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian merupakan salah satu bagian dari program pelatihan di luar negeri yang diselenggarakan oleh PPPPTK Pertanian. Kegiatan pelatihan dilaksanakan selama 20 hari dari tanggal 7 s.d 26 Maret 2019 di Jiangsu Agri-Animal Husbandry Vocational College, Taizhou, China.

Rangkaian kegiatan yang harus dilalui sebelum mengikuti Kegiatan antara lain Pre Departure dilaksanakan tanggal 27 Februari sampai dengan 5 Maret 2019,di PPPPTK Pertanian Cianjur , adapun kegiatan yang dilakukan adalah untuk mempersiapkan sebelum keberangkatan ke Luar negeri anatara lain, belajar bahasa,budaya di China,

 Untuk kegiatan Pelatihan dilaksanakan selama kurang lebih 3 minggu mulai tanggal 7 sd 26 Maret 2019 tepatnya di Jiangsu Agri-Animal Husbandry Vocational College, Taizhou, China. Sedangkan kegiatan yang berikutnya adalah Post Departure dilaksanakan tanggal 27 sd 30 Maret 2019, kegiatan ini merupakan akhir rangkaian kegiatan dalam program pelatihan yang dilakukan untuk penyusunan laporan dan Rencana Tindak lanjut.

Saatnya tiba perjalanan kami menginjakan kaki pertama kalinya di negeri orang, rombongan tiba di Bandara Pudong Shanghai China, apa yang kami rasakan dan kami lihat benar-benar hal yang baru, dari bertemu orang-orang berkulit putih bermata sipit, dan kondisi iklim yang begitu dingin ,pada saat itu suhu udara 12 ͦ C kondisi iklim di Indonesia yang tidak ada. Kami sudah mempersiapkan diri dengan berpakaian tebal layaknya orang China. Kami sangat senang sekali pada saat keberadaan pertama kali di bandara di sambut oleh anak-anak mahasiswa Indonesia yang meberikan sambutan hangat dan ramahnya orang Indonesia, dengan memberikan papan Tulisan yang berbunyi “ JAC Teacher Intership Program  Indonesia Teacher “ Rombongan kami melanjutkan perjalananan menuju ke kota kecil di China yaitu Taizhou China.

 

           

Rombongan kami selama 20 hari akan mengikuti serangkaian kegiatan pelatihan di kampus Jiangsu Agri-Animal Husbandry Vocational College, Taizhou, China. Ada 3 program keahlian yang mengikuti pelatihan antara lain, Agribisnis Ternak Unggas, Agribisnis Budidaya Perairan, dan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian Kegiatan Pelatihan yang  dilaksanakan di masing-masing Departemen.  Selama mengikuti kegiatan Pelatihan Pelatihan Guru Bidang Keahlian Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian Peserta dilatih untuk meningkatkan kemampuan dalam bidang ilmu dan teknologi pangan. Materi yang dipelajari, terdiri atas: dasar proses pengolahan, teknik penanganan pasca panen, teknik pengolahan berbagai produk hasil pertanian, pengemasan produk olahan, pengendalian mutu dan keamanan pangan. Penyajian materi dilakukan dengan metoda ceramah, tanya jawab dan diskusi. Khusus untuk materi pembuatan roti dilakukan demonstrasi pembuatan roti manis dan roti tongkat.

            Kegiatan pertama yang dilakukan di kampus adalah Observasi di kampus JSAHVC dilakukan di Gedung Food Science and Technology School. Peserta melakukan kunjungan ke bangsal pengolahan susu, daging, minuman bir, laboratorium pengendalian mutu, laboratorium mikrobiologi, ruang penyimpanan bahan praktik, ruang penyimpanan bahan kimia, ruang ganti pakaian dan ruang sanitasi sebelum memasuki ruang laboratorium. Pada saat observasi, peserta ditunjukkan berbagai jenis peralatan pengolahan dan peralatan pengujian dan kegunaannya. Secara umum peralatan pengolahan yang ada merupakan miniatur peralatan yang ada di industri, namun dalam skala laboratorium. Peralatan pengolahan praktis dan mudah digunakan. Peralatan laboratorium cukup canggih dan beberapa alat menggunakan teknologi digital. Peralatan yang tersedia selain untuk kegiatan praktik mahasiswa juga digunakan untuk kegiatan penelitian.

 

            Hal unik yang kita pelajari di pelajari di Food science adalah Demonstrasi pembuatan Roti Tongkat/Roti Baguette. Roti ini terkenal dengan roti perancis yang memiliki ciri atau karakteristik yang berbeda dengan roti yang pada umumnya yaitu, Roti yang memiliki panjang 65 Cm, diameter 5-6 cm, mempunyai tekstur cukup keras,namun bagian dalamnya terasa lembut seperti roti tawar  dan rasa yang tidak ada manisnya maupun gurihnya, daya simpan roti tanpa pengawet 10 hari. Kami dan teman teman ikuti proses pembuatan Roti tongkat tahapan demi tahapan, dan membutuhkan waktu untuk proses yang lebih lama dibandingkan dengan pembuatan roti-roti yang lain.

      

Demikian sekelumit pengalaman kegiatan pelatihan pendidik dan tenaga pendidik kami banyak sekali yang bias kami ambil hikmah dan maanfaatnya khususnya untuk diri sendiri maupun untuk kemajuan sekolah dan dunia pendidikan pada umumya.

Pengalaman dan pembelajaran yg diperoleh di luar negeri diharapkan dapat memotivasi, menggerakkan dan menginspirasi pendidik dan tenaga kependidikan untuk tidak henti-hentinya memperbaiki dan meningkatkan kualitas kerja untuk mencapai pendidikan kejuruan yg berkualitas dan memenuhi standar yang telah ditetapkan pemerintah.

 

              

               Salam Kab Magelang, 14 Mei 2019 ( FR )

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT